Kita ada
penyembah-penyembah Allah. Kita menyembah Allah dalam Roh dan Kebenaran.
We
are the true worshipper!!
Worship dalam
bahasa Yunani adalah “Proskuneo” (dibaca “ pros-koo-neh'-o”) yang berarti:
1. "to kiss the hand, bow down before, show obeisance, to worship."
2. “ to kiss, like a dog licking his master's hand”
Penyembahan adalah ekspresi cinta kita yang mendalam kepada Tuhan.
1. "to kiss the hand, bow down before, show obeisance, to worship."
2. “ to kiss, like a dog licking his master's hand”
Penyembahan adalah ekspresi cinta kita yang mendalam kepada Tuhan.
Terdapat 4 arti dalam kata “Penyembahan”
1. Aktif mengekspresikan
2. Kasih yang intim
3. Penyerahan diri
4. Rest in His presence (Beristirahat dalam hadirat-NYA)
Woship:
1. Menanti-nantikan Tuhan (wait upon the Lord)
2. Menyerahkan Hidup (overing our lives)
3. Rest in His presence
4. Sing a new song
5. Hope
6. Intimate (intim)
7. Pray (berdoa)
Peyembahan bukan
tentang denominasi gereja atau gaya menyembah, penyembahan bukan tentang kita,
tetapi penyembahan adalah tentang Tuhan.
Penyembahan bukan
tentang apakah kita mendapatkan sesuatu dari penyembahan kita tetapi
penyembahan adalah tentang ekspresi kita memberikan sesuatu kepada Tuhan.
It’s
all about HIM! -MZM
95, 96, 100-
Ekspresikan
penyembahanmu kepada Tuhan!
Efek dari Penyembahan yang benar:
1. Kamu akan menjadi sama persis seperti kepada siapa kamu menyembah –MZM 115-
1. Kamu akan menjadi sama persis seperti kepada siapa kamu menyembah –MZM 115-
Tidak ada wilayah “abu-abu”, kamu tidak
dapat menyembah Allah dan iblis atau allah lain secara bersamaan.
Jika kamu tidak menyembah Allah itu
berarti kamu menyembah iblis / allah lain.
Jangan pernah malu/jaim ketika kamu
menyembah Allah.
2. Ada kuasa yang melepaskan dan memerdekakan. – MZM 40:4-
2. Ada kuasa yang melepaskan dan memerdekakan. – MZM 40:4-
Selain untuk mengekspresikan cinta kita
yang mendalam kepada Tuhan, penyembahan juga dilakukan untuk peperangan rohani.
Ketika kita menyembah Allah dengan
sungguh, ada kuasa yang dilepaskan dan memerdekakan kita dari ikatan kuasa
jahat.
Penyembahan tidak
hanya sekedar menyanyikan sebuah lagu, penyembahan juga tidak harus diiringi
dengan music, tetapi Penyembahan adalah sebuah persembahan (Roma
12:1 “Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu,
supaya kamu mempersembahkan tubuhmu
sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu
adalah ibadahmu yang sejati”) dan
sebuah gaya hidup.
Sesuai dengan Roma
12:1 maka penyembahan yang sejati adalah dengan menjaga hidup kita supaya
berkenan di hadapan Allah (Hidup Kudus).
