Yohanes 21:3-12
Kita melakukan yang terbaik dan dengan sepenuh hati untuk
memperoleh/mencapai sesuatu, namun seringkali kita gagal dan tidak memperoleh
hasil yang berarti. Hal itu karena kita seringkali menggunakan kekuatan sendiri
untuk memperolehnya.
Namun tidak demikian bila kita melangkah bersama Tuhan
Yesus. Seperti pada Injil Yonahes 21:3-12; ayat itu menjelaskan bahwa Yesus
tidak hanya sekedar memberi ikan kepada murid-muridNYA, tetapi DIA menyuruh
mereka untuk menebarkan jala ke sisi kanan perahu.
Secara profetik, kiri berbicara tentang kedagingan dan kanan
berbicara tentang Roh. Apa yang sesungguhnya Yesus ingin sampaikan adalah “Aku
mengirim engkau kembali dengan berkat dari Roh-KU.”
Dalam Firman Tuhan tersebut dikatakan bahwa mereka tidak
dapat menarik jalanya karena penuh ikan (berkelimpahan) dan walaupun jala
tersebut penuh ikan namun tidak koyak. Artinya ketika berkat Tuhan datang dalam
kehidupan kita, pasti tidak akan membawa kesedihan atau kerusakan. Itulah dahsyatnya
dampak kehadiran Tuhan Yesus dalam kehidupan orang percaya.
Lalu apa yang dapat kita sebagai generasi muda lakukan untuk
menarik hadirat Tuhan dalam hidup kita?
1.
Perkatakan
Firman Tuhan
Hidup
dan mati dikuasasi lidah - Amsal 18:21 -
Mungkin
ada sesuatu yang sedang kalian kerjakan dengan keras siang dan malam, mungkin
pekerjaan, relationship dengan sesama,
atau study?
Sudahkah
kita memperkatakan Firman Tuhan? Sudahkan kita mendeklarasikan Firman Tuhan
dalam kehidupan kita? Karena Firman Tuhan tidak pernah kembali sia-sia.
Firman
di atas disebutkan bahwa terdapat jala yang kosong dan perut yang lapar, tetapi
ketika Firman Tuhan diperkatakan oleh Tuhan Yesus, jala yang kosong menjadi
penuh dengan ikan.
Firman
Tuhan adalah benih yang menghasilkan buah, jadi jika kita tidak mempunyai benih
dalam kehidupan kita, apa yang dapat kita tabur baik dalam kehidupan bisnis, study?
Jika
ingin pekerjaan Tuhan termanifestasi dalam setiap aspek hidup kita, perkatakan
Firman Tuhan!
2.
Bertindak
dalam ketaatan akan Firman Tuhan
Pada
waktu Tuhan Yesus mengatakan “Pergi dan lemparakan jala”, para murid taat
melakukan apa yang diperintahkan-NYA.
1
Samuel 15:22 berkata, Taat kepada Tuhan lebih baik daripada mempersembahkan
kurban, patuh lebih baik daripada lemak domba.
Mungkin
saat ini sepertinya Tuhan sedang meminta kita untuk melakukan sesuatu yang
tampaknya tidak masuk akal, namun tetaplah taat karena ketaatan membawa satu
terobosan – Yohanes 21:11 -
3.
Bawa
kepada Tuhan apa yang kita terima
Seringkali
ketika Tuhan meminta kita untuk memberikan apa yang kita miliki, kita justru
memegangnya erat dan cenderung tidak mau melepaskannya padahal sesungguhnya
Tuhan tidak pernah meminta kita memberikan sesuatu kepada Tuhan kalau Tuhan
tidak terlebih dahulu memberikannya kepada kita sesuatu yang lebih besar.
Sebagai
contoh ketika Tuhan menjanjikan Abraham seorang keturunan dan memperoleh Ishak.
Tuhan meminta Abraham untuk mengorbankan Ishak. Apakah Abraham menolak? Tidak!
Abraham taat kepada perintah Allah.
Namun
ketika Abraham hendak menyembelih Ishak, terdengar suara “Berhenti, jangan
bunuh dia. Lihat disana ada kambing domba.”
Seringkali
Tuhan meminta kita untuk memberikan sesuatu kepada NYA dan di dalam pikiran
kita, kita merasa kehilangan namun yang sesungguhnya terjadi tidaklah demikian.
Ketika
kita membawa sesuatu ke hadapan Tuhan, kita melihat bahwa sesungguhnya hal itu
sudah tersedia.
Ketika
kita memperkatakan Firman Tuhan, kita taat melakukan Firman Tuhan dan kita
membawa kepada Tuhan apa yang menjadi milikNYA, meja perjamuan telah
disediakan.
Yesuslah
yang memberi makan kita dari tahtaNYA.
Tuhan
mengetahui rancanganNYA dalam hidup kita tetapi kita diberi pilihan apakah kita
mengijinkan Tuhan Yesus untuk memanisfestasikan diriNYA di dalam seluruh aspek
kehidupan kita?
#KTM 1 Oktober 2014
#GBI MOI
#KTM 1 Oktober 2014
#GBI MOI


0 comments:
Post a Comment